Historiografi Nasional dan Historiografi Modern (Kritis)

 

Seperti kita lihat dalam masa yang lampau sejarawan mempunyai fungsi untuk menafsirkan serta meneruskan tradisi bangsanya, serta bagaimana garis perkembangan kebudayaan dan masyarakat. Yang sangat membahayakan ialah apabila historiografi mengalami aberasi nasional yang menimbulkan pandangan bahwa negara dan bangsanya mempunyai peranan sentral dan norma-norma yang dipakai untuk mengukur negara –negara serta bangsa-banga lain. Falsafah-falsafah sejarah yang spekulatif, yang memikirkan soal perubahan Eropasentrisme dengan Indonesiasentrisme, bentuk dan isi dari falsafah sejarah nasional sebagai landasan sejarah nasional, ternyata tidak relevan bagi praktek penyelidikan sejara. Dalam perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan timbulnya studi sejarah yang kritis, adapun pelopor yang menggunakan prinsip-prinsip metode kritis sejarah adalah Dr. Hoesein Djajadiningrat dengan disertasinya yang berjudul : Critische Beschouwing van de sejarah Banten (19130. Meskipun karya ini bukan historiografi sepenuhnya, tetapi kritik eksteren dan kritik intern dilakukan uantuk memisahkan aspek-aspek histori dari aspek nonhistoris. Karya ini bmerupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisisonal sebagai obyek sekaligus sumber sejarah.

Muhamad Yamin melontarkan tentang perlunya sejarah yang bervisi Indonesia-sentris. Pada masa ini lahirlah karya-karya yang dapat dikelompokkan ke dalam historiografi nasional. misalnya :

A. Biografi para pahlawan seperti Tengku Umar, Imam Bonjol, Diponogoro.

B. Sejarah perlawanan terhadap para penjajah, seperti Perang Padri, Perang Diponegoro. Tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Sutomo, Kartini, Abdul Rivai, wahid Hasyim,dll dituliskan pula biografinya yang mencerminkan nasionalisme.

 

 

Tokoh-tokoh Nasional menjadi simbol bangsa dan memberikan identitas bagi bangsa indonesia yang tidak tampak pada masa penjajahan. Muhamad Yamin, sebagai seorang nasionalis, menulis tentang Gajah Mada, diponegoro, dan 6000 tahun sang Merah Putih yang menyiratkan adanya pandangan sejarah (filsafat sejarah) yang spekulatif, dan visi nasional sentris. Fungsi sosio-politik yaitu untuk membagkitkan semangat nasional, demi integritas bangsa (karena pada waktu itu terjadi pemberontakan-pemberontakan). Adapun ciri dari penulisan sejarah populer adalah rerotika yang baik, jadi lebih menekankan pada seni (art) menulis.

 

Pada masa demokrasi terpimpin (1959), filsafat sejarah tidak boleh diperdebatkan karena harus diterima dari atas yaitu Pemimpin Besar Revolusi. Displin sejarah di Indonesia mulai mengalihkan pandangan kepada sumber-sumber lokal dan pemakaian konsep-konsep ilmu sosial pada penelitian sejarah. Studi sejarah Indonesia mengalami defilologisasi, artinya tidak lagi memerlukan banyak analisis tekstual dengan filologi, tetapi meperbaiki alat-alat dan metodologis. Studi ini memulai oleh sartono Kartodirdjo dengan disertasinya yang berjudul pemberontakan Petani Banten 1888.

 

Historiografi Indonesia dalam perkembangannya yang terakhir ini dapat dibagi atas 3 jenis yaitu :

A. Sejarah ideologis, yaitu sejarah yang lebih menekankan pada segi pendidikan ideologis, atau pencarian arti subyektif dari perintis sejarah.Contoh Biografi para Pahlawan nasional.

B. Sejarah Pewarisan, yaitu penulisan sejarah kepahlawanan perjungan kemerdekaan. Contoh Sekitar Perang kemerdekaan (11 jilid) yang ditulis oleh A.H. nasution.

C. Sejarah Akademik, yaitu penulisan sejarah yang tidak bersifat ideologis ataupun filisofi. Penulisan sejarah katagori ini mencoba untuk merekontruksi masa silam yang ditopang dengan tradisi akademis. Contohnya : historiografi kritis (modern) seperti yang ditulus oleh Sartono Kartodirdjo, Deliar Noer.

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: